Asal Usul Pengobatan Tradisional Patah tulang Saingkal Putung
Istilah saingkal putung berasal dari bahasa sunda kata "SAINGKAL" yang berarti alat untuk membajak sawah. Sedangkan kata "PUTUNG" yaitu potong atau patah.
Pada pengertianya pengobatan merupakan suatu proses menyembuhkan yakni dengan menggunakan alat bantu. alat bantu tersebut dapat berupa alat bantu terapi maupun berupa obat-obatan beserta lainya, baik dilakukan dengan perlengkapan medis modern maupun tradisional. pengobatan secara ala medis atau modern sangat mudah ditemukan dimana-mana, berbeda dengan pengobatan ala tradisional yang hanya menggunakan alat seadanya dan hanya dapat dijumpai di beberapa daerah tertentu saja.
Berbeda dengan pengobatan pada umumnya pengobatan saingkal putung adalah proses penyembuhan patah tulang dengan menggunakan alat bantu terapi. adapun alat yang digunakan pada penyembuhan pasien yaitu berupa, gips yang terbuat dari kayu beserta korset yang terbuat dari kain karet, tali yang digunakan untuk mengikat. sedangkan metode yang digunakan pada penangananya ialah dengan urut urat saraf pada bagian tulang yang patah disertai tarikan pelenturan untuk mereposisikan tulang.
![]() |
| Tempat rawat inap pasien |
Pengobatan saingkal putung didirikan pada tahun 1982 oleh bapak Kyai. Karsan beliau beliau memiliki putra cerdas nan pandai bernama Syarifuddin, putra beliau inilah yang kelak akan meneruskan estafet pengobatan saingkal putung dimasa yang akan datang. dimasa awal perintisan, pengobatan saingkal putung belum dikenal oleh kalangan masyarakat. hanya segilintir saja yang mengetahui pengobatan tersebut.
Hingga pada tahun 1986 kyai karsan mulai membuka praktek pengobatan dirumahnya secara umum. walaupun baru segelintir pasien yang datang kyai karsan tidak berputus asa beliau terus memperdalam seluk belum ilmu patah tulang. Tak jarang sesekali mengajari putranya syarifuddin untuk membantu menangani pasien. Kyai karsan terus mendidik putra kesayangannya agar terus mempelajari ilmu patah tulang dengan baik. tak jarang beliaupun seskali mengajarkan tata cara-cara memasang alat gips, menyiapkan kapas dan memberi obat kepada pasien yang dirawat.
hingga akhirnya kyai karsanpun wafat, putranya syarifudin sangat berduka dengan sepeninggalanya. Tabib syarifuddin (panggilan masyarakat setempat) sangat faham betul bahwa ilmu yang didapatkan oleh ayahnya pasti akan bermanfaat dimasa yang akan datang.
Tabib syarifuddin yang sudah memiliki pengajaran dan pengalaman dari kyai karsan bertekad untuk terus membuka praktek sesuai yang diwasiatkan oleh ayahnya. hingga pada tahun 1990 Kyai syarifuddin mulai mengembangkan kembali pengobatan saingkal putung. praktek pengobatan yang biasa dilakukan dirumah kini dialihkan ke asrama yang berkapasitas lebih luas sehingga cukup untuk dijadikan ruang rawat inap pasien.
Pada tahun 2000 Pengobatan tradisional saingkal putung yakni di era Tabib syarifuddin generasi ke2 setelah kyai Karsan semakin berkembang. Di masa Tabib syarifuddin praktek pengobatan saingkal putung tidak hanya terfokuskan kepada diagnosa patah tulang saja, melainkan difokuskan juga kepada terapi sendi urat dan saraf. kini sudah banyak dari berbagai daerah perkotaan yang sudah mengenal pengobatan saingkal putung, bahkan ada juga yang datang dari diluar jawa.
Dikatakan mereka yang datang ke pengobatan saingkal putung ini lalu sembuh, mereka memberi tahukan hasil penyembuhannya kepada kerabat lainnya entah sanak keluarga maupun sahabat dekat. sehingga mereka yang berobat patah tulang pada dasarnya mendapatkan rekomendasi dari kerabat atau tetangga dekatnya. setelah Tabib syarifuddin wafat kini estafet selanjutnya diteruskan oleh anaknya yaitu H. Nanang basri. beliau juga ternyata ahli dan memahami betul ilmu pengobatan patah tulang, urat, saraf, dan juga sendi.
Berbekal ketekunan yang didapatkan oleh ayahnya H. Nanang basri mulai mengembangkan ilmu pengobatan tradisional saingkal putung secara lebih intens dan inovatif. Bisa dikatakan dimasa H. Nanang basri pengobatan tradisional saingkal putung dipandang banyak sekali kemajuan, mulai dari pengakuan dari berbagai kalangan rumah sakit,guru-guru hingga hingga pengakuan dari PERPATRI yang merupakan singkatan dari Perkumpulan Terapis Tradisional Patah Tulang, Urat, dan Sendi, yaitu asosiasi/ perkumpulan yang secara legal dan formal menaungi para penyehat tradisional patah tulang, urat, dan sendi di Indonesia. "saingkal putung harus terus upgrade mengikuti perkembangan zaman, Penanganan yang lebih intens dan maksimal harus menjadi prioritas utama" Begitulah yang dikatakan Tabib H. Nanang (julukan para terapis patah tulang).
![]() |
Lokasi Pengobatan Saingkal putung di desa rawaurip blok kalibangka kecamatan pangenan kabupaten cirebon kode pos 45182. |




Komentar